Jumat, 10 Maret 2017

Kepada Kesayanganku

Kepada Kesayanganku

Karya : Ponco Dwi Putra



Keke, Apa kabar? Aku harap kamu baik-baik saja, dan aku harap kamu tidak rindu.
Sebab rindu itu berat sayang, biar aku saja yang menderita karenanya...


Maaf, aku tidak bisa pulang lebih awal. Masih banyak kewajiban yang harus aku selesaikan. Kamu tau lah tamaknya si buncit itu, jika aku tidak turuti mau makan apa kita nanti...

Aku janji akan pulang dengan bekal yang tidak sedikit, berharap kamu mengerti dan semoga itu menjadi penawar sedihmu.
Walaupun aku tidak yakin bahwa bekal yang aku bawa akan membuatmu bahagia.
Aku ingat ketika aku seperti ini dan kembali kerumah, kamu pernah bilang.
“Sayang, harta memang penting bagi kelangsungan hidup kita. Tapi yang jelas kamu harus tau, kamu lebih berharga dari itu sayang. Jadi jangan biarkan harta membuat mu menghilang dan terus menghilang” ucapan itu selalu teringat di kepalaku.

Sebab mau bagaimana lagi, jika tidak ku pinang pekerjaan ini.
Bagaimana nanti nasib si Bony dan Lotus, kedua putra kita.
Aku tak mau masa depannya kelam, lebih baik tetap kujalani pekerjaan ini.
Sebagai investasi untuk mereka berdua...


Oh iya sayang, bagaimana kabar si kembar itu? Pasti semakin menggemaskan.
Tak sabar aku ingin memeluknya dan berkata ayah pulang.
Sebab tak ada obat lelah yang teramat berarti selain mereka, dan tentu juga kamu...


Jika kamu menanyakan tentang aku? tenang, aku baik-baik saja.
Disini aku merasa nyaman, sebab disini banyak orang baik.
Dan disini aku juga punya teman dekat, namanya Pak Darmo.
Aku selalu menceritakan dirimu kepada Pak Darmo.
Dia orang yang baik dan juga murah senyum...


Aku minta maaf, aku tidak bisa menemuimu pada lebaran kali ini. Aku hanya bisa sampaikan rinduku pada Tuhan agar jaga kamu dan kedua putra kita.
Soal rumah barumu dan si kembar, sudah aku sampaikan kepada ayah agar selalu memperindah nya.
Tak lupa juga untuk merawatnya agar kamu merasa nyaman dengan si kembar...


Yang tenang disana ya sayang, jika waktunya tiba aku akan menemuimu dan si kembar.
Disana kita akan bangun keluarga kita yang sesungguhnya.
Yang abadi, dan tidak fana lagi...

Tolong kamu bacakan dengan lantang pada si kembar, biar mereka tau bahwa ayah sangat merindukannya.

Jaga baik dirimu disana ya sayang, aku sangat mencintaimu.
Joko Purnomo
Jakarta, 01-Oktober-2013...



Hanya itu yang tersisa, pesan singkat yang di tulis sendiri oleh mas Joko kepada istri dan anaknya. Semua kebahagiannya di renggut paksa karena kecerobohannya, Kejadian itu terjadi tepat di satu tahun yang lalu....


Jakarta,08-Oktober-2012


Pagi ini semua berjalan ceria. Padahal hari ini tidak ada yang istimewa, hanya hari libur pada umumnya akan tetapi mereka menyambutnya dengan sangat penuh suka cita.

Ibu menyuruhku untuk memasak dengan porsi yang lebih sedikit dari biasanya, ibu juga mengurangi kewajibanku seperti membersihkan rumah, hari ini tidak perlu aku lakukan. Kata ibu, ibu tidak mau melihat bi Ijah capek lagi...


*di meja makan*


“Ayah ayah ayo cepat kita baca doa, Bony tidak sabar untuk pergi ke Bioskop” Ucap putra sulungnya.
“Iya ayah Lotus juga tidak sabar ayah” Lanjut putra bungsunya.

Lalu datang si keke dari dapur...

“Ini yah, kopinya sudah aku buatkan sendiri” Kata keke.

Mas Joko hanya membalasnya dengan tersenyum lalu kami berdoa untuk memulai sarapan pagi bersama...


Selesai bersantap dan semua keperluan sudah beres, kami pun berangkat ke tempat tersebut...


Di dalam perjalanan mereka sangat antusias. Terutama si kembar, mereka terlihat bersemangat sekali sampai aku kewalahan bermain-main dengannya. Ini benar-benar aneh biasanya mereka hanya bertengkar sampai salah satunya menangis lalu tertidur. Begitu juga Keke, dia selalu menggenggam erat tangan Mas Joko biasanya mereka hanya asik berbincang-bincang saja sambil mengamati jalan...


*di pintu perlintasan Rel Kereta Api*


Palang perlahan menutup dengan sirine yang berbunyi keras, kondisi jalanan macet.

“Jangan di paksa mas, lebih baik kita menunggu. Di depan pun masih macet” Ucap keke, tapi mas Joko tetap memaksa masuk karena melihat kereta masih jauh...

Lama menunggu, kendaraan di depan masih belum jalan. Sampai keretanya mulai terlihat dari kejauhan, mas Joko dan keluarganya masih terjebak di tengah perlintasan Rel KA. Klakson kereta terdengar keras, suara orang di luar mobil beserta klakson kendaraan lainnya pun saling bersahutan, semua terlihat kacau dan panik. Saat mobil di depan mas Joko sudah jalan, tiba-tiba mobil mas Joko mati, tidak bisa di nyalakan lagi, di starter berulang-ulang pun masih tidak nyala juga. Semua terlihat semakin panik, lalu mas Joko berteriak untuk bergegas keluar, akan tetapi semua sudah terlambat....

“BRAAAAAAAKKKK!!!!”
Keras sekali suara mobil terhantam, semua terlihat kacau dan perlahan penglihatan ku menjadi gelap dan tidak sadarkan diri...


Hanya peristiwa itu lah yang dapat ku ingat, kepalaku terasa sakit setiap mengingatnya.

Semenjak peristiwa itu Mas Joko mengalami depresi berat dan harus dirawat di RSJ Dr. Soeharto Heerjan kurang lebih 3 bulan sebelum dia menyusul keluarga kecilnya. Yang aku tau semenjak peristiwa tersebut mas Joko hanya bisa memandangi foto keluarga mereka sambil menangis karena istri dan anak-anaknya harus meninggalkan dia untuk selama-lamanya. Semuanya meninggal, hanya aku dan mas Joko yang selamat atas insiden tersebut...


Kini kedua orang tua mas Joko sangat terpukul sepeninggal kedua cucu dan juga menantunya, lalu di susul oleh kehilangan sang anak semata wayang tercintanya, begitu juga dengan kedua orang tua keke. Semenjak mas Joko masuk RSJ, aku bekerja untuk orang tua mas Joko...


TAMAT!!!


0 komentar: