Sepucuk Surat Untuk Kampusku
Ponco Dwi Putra
Di kampusku...
Banyak orang-orang sibuk membaca buku,
Banyak orang-orang sibuk menuntut ilmu,
Sampai-sampai lupa akan hakikat waktu.
Di kampusku...
Banyak orang-orang yang berargument merasa dirinya yang paling keren,
Banyak orang-orang yang berdebat merasa dirinya yang paling bermartabat,
Sampai-sampai nama tuhan ikut terlibat dan agama menjadi alat.
Di kampusku...
Banyak orang-orang lugu yang sok tau,
Banyak orang-orang awam yang sok suci,
Sampai-sampai memaksakan penafsiran orang lain dan mencaci maki orang yang mengerti.
Di kampusku...
Banyak orang-orang yang berbakat,
Banyak orang-orang yang tersesat,
Sampai-sampai banyak terjadi tipu muslihat.
"Sorak-sorak bergembira"
Lalu, di kelasku...
Banyak cinta yang tersaji,
Banyak juga benci yang menghasuti,
Sampai-sampai ada yang cinta lalu membenci.
Sejujurnya, aku suka dengan keluguanmu.
Namun bukan berarti kamu serba tidak tau.
Kita sudah dewasa, jangan mau di perdaya, apalagi kita mahasiswa.
Pemikiran kita harus kritis dan logis.
Biarkan cinta dan keluguan menjadi tameng yang kokoh untuk kebahagian kelas kita.
Semoga kita selalu selamat, dan kita tetap terikat.
Oktober 2017