Rabu, 27 November 2013

Untuk Ibu dan Ayah

Ibu ibu ibu dan ayah.
Ibu kau bagai cahaya yang menyinari aku (anakmu), dengan cinta dan kasih sayang tulus mu. Mengajarkanku arti dari kehidupan yang harus ku hadapi di masa yang akan datang.
Ibu kau mengandungku 9 bulan di perutmu, membawa ku kemana pun kau pergi.
Sampai pada waktunya aku lahir kedunia dan bertemu dua orang yang amat sangat menyayangiku dan menjagaku dari tangan-tangan jahat yang akan menyakitiku.
Mengajarkanku segala yang belum aku bisa, kau ajarkan aku duduk,merangkak,berjalan,dan berlari. Kau ajarkan aku berbicara, kau ajarkan aku membaca, kau ajarkan aku segalanya.
Membesarkanku dari kecil sampai besar. Bekerja keras hanya untuk anaknya sampai-sampai ia rela tidak makan asal anaknya makan. Ibu kau adalah permata hatiku tak sanggup aku melihat kau bekerja dengan tapak kaki penuh dengan luka yang membuat mu amat tersiksa.
Ingin ku membuat dirimu bahagia, namun semua kebaikan mu tak mungkin untuk ku balas.

Kasih mu menyadarkan ku betapa pentingnya untuk berbagi sesama manusia.
Cinta mu membuat ku merasa nyaman di dekatmu.
Dan doamu selalu baluri tubuhku. ibu ada dan tiada dirimu, kau akan selalu ada di dalam hatiku! 

Ayah, kerja kerasmu membuat aku bangga kepadamu.
Berjuang untuk memberi nafkah pada ibu dan anak-anakmu.
Walau penyakit sudah menimpamu namun kau masih tetap semangat.
Semangatmu membuat ku menjadi lebih semangat menjalani hidup.
Ayah, sungguh aku ingin membahagiakan dirimu namun tak mungkin terbalaskan.
Aku sangat bersyukur mempunyai ibu dan ayah yang kasih sayangnya tulus kepadaku, kadang aku perihatin dengan mereka yang kurang kasih sayang karena sibuk dengan kekayaan.

Ibu, ayah, terima kasih atas segala-galanya, maafkan aku yang hanya bisa menyusahkanmu.