Jumat, 27 Desember 2013

Sang mantan part 3

Sepucuk surat ku isarat kan kepada mu duhai seseorang yang pernah singgah di hatiku.

Namamu masih terlintas dalam benaku, tawamu masih terlantun dalam pendengaran ku, semua tentang mu masih teringat dalam pikiran ku, Dikala aku melewati jalan yang pernah mencatat kita pernah berbagi cinta.

Kenangan ini membuatku ingin menjerit, namun kekuatan hati berkata lain,
Ingatkah saat kita menyanyikan lagu bersama?
Ingatkah saat menuliskan nama kita di batang pohon di sebrang sana?
Ingatkah saat kita belari dan tertawa bersama? Ingatkah?!
Tentu tidak, hanya aku yang masih mengingatnya.

Kini semua tinggal kenangan, kau campakan perasaanku di batang pohon yang telah tertulis nama kita berdua. Ingin rasanya mengulang kembali waktu ke masa yang lalu, dimana masa sebelum aku mengenal kamu, dan berusaha tidak mengenal kamu.

Foto-foto kita masih tersusun rapi diantara bingkai-bingkai kenangan kita bersama.
Kini semua sudah sirna, kuharap kau bahagia disana selamanya

Kamis, 26 Desember 2013

Sang mantan part 2

Karya Mutiara Fauzi dan Ponco Dwi Putra.

Hey kau? Iya kau! Kau orang yang pernah menjadi orang spesial dalam hidupku.
Membuat ku selalu memikirkan tentangmu, tentang hari-harimu.
Betapa bahagianya aku bisa menjadi sesosok orang yang spesial dalam hidupmu.
Kau buat aku terbuai dengan pesonamu, bahkan beberapa kali kau membuatku bermimpi.

Sampai akhirnya pertanda buruk datang menghampiri.
Semua kebahagiaan yang kau berikan kini berganti dengan kesedihan dan linangan air mata.
Apakah kamu bisa merasakan sakitnya? Entah lah, mungkin kau malah tertawa.

Setelah semua yang kita lewati kau tinggalkan aku begitu saja.

Kau orang pertama yang mencium keningku. Iya, hanya engkau sebagai kekasih yang pertama kalinya.
Kini semua tinggal asa belaka, kau pukul hatiku sampai diri ku mati rasa.
Betapa sakitnya perasaan ku saat ini, jika mengenang janji dan pujimu padaku.

"didalam hati ku berucap"

Mulai detik ini aku akan melupakan mu, melupakan tentang kita, Semuanya tentang kita...

Jumat, 13 Desember 2013

Sang mantan

Namamu kan teringat di benaku.
Wajah mu selalu terbayang oleh ku.
Kenangan kita selama ini, harus pudar di gerus oleh sang waktu...

Kini semua sudah berlalu, cintaku yang tulus padamu kini hancur karena kehebatanmu mempermainkanku.
Walau begitu, rasa rindu tapi benci masih membaluti ku.
Tatkala aku mengingatmu dengan senyum simpul mu...

Harus kah aku kembali? kepadamu yang telah mempermainkanku? Tidak, tidak akan pernah.
Betapa bodohnya diriku jika mengulangi kesalahan yang sama.
Lebih baik aku mencari pengantimu yang lebih mapan untuk membina keluargaku, suatu haru nanti.

Pesan aku hanya satu. "Cintailah pasanganmu seperti kau mencintai hidupmu"

Kamis, 12 Desember 2013

Pengemis

Berbekal pakaian yang lusuh dan compang-camping, kau menghampiri setiap rumah yang kau lewati. Dengan wajah memelas, kau berucap.

"asalamualaikum, selamat siang pak, bu, sedekahnya pak, bu" *dengan nada lirih.

(keluarlah sang tuan rumah)

"walaikumsalam, ini bu semoga berguna ya bu" *ucap sang juragan dengan tongkat yang menopangnya.
"terima kasih banyak pak, semoga allah membalas kebaikan bapak" *kata si pengemis
*Juragan hanya tersenyum dan membiarkan pengemis itu pergi.

(pengemis beranjak pergi dan mendekati rumah lainya)

Dirumah berikutnya orang tersebut justru tak acuh.
Namun pengemis itu tetap bersabar, lalu melangkahkan kakinya yang kokoh.
Jika sudah terlalu lelah dia putuskan untuk beristirahat melepaskan rasa lelah & lapar.

Tidak semua orang beruntung mendapatkan kehidupan yang berkecukupan toh mulai hari ini mencoba bersyukur dari apa yang kau punya...

Senin, 02 Desember 2013

Alm. Bang Gondrong penjual batu cincin.

Guru gua pernah berpesan, "coba sekali-kali kalian berbicara dengan orang diluar sana yang mempunyai nilai seni sendiri walaupun sebagaian orang menanggapinya beda".

Dan kebetulan gua punya langganan yang biasa beli diwarung gua, sebut saja namanya gondrong dia berprofesi sebagai penjual batu cincin di daerah Jakarta Selatan. Yang aneh dari dia,dia sering ketawa-ketawa sendiri kaya orang gila. Mungkin sebagian orang menganggapnya gila tapi pada dasarnya tidak, buktinya dia masih bisa berkomunikasi baik dengan saya.

Gondrong : co, bikinin gua kaya biasa ya *menepuk bahu.
Gua : siap bang. yang panas apa dingin?
Gondrong : dingin aja (kalo panas biasanya dia mesen kopi hitam kalo dingin mesennya es jeruk.
Gua : ni bang esnya. *menyodorkan minuman
Gondrong : cakep, mantap ni buatan lu.
Gua : haha bodo amat bang.

Lalu dia duduk di samping gua, ngomonginya pemerintahan ya walaupun sekedar suara rakyat kecil. Iseng dah tuh gua nanyain batu cincin yang di pakainya...

Gua : bang, nama batunya apaan ni?
Gondrong : kepengen tau aja lu haha
Gua : yah begitu dah, Isinya apaan bang?
Gondrong : namanya batu merah delima, kalau isinya ada co, yaitu pahala haha
Gua : dijual laku berapa ni? Segala pahala di bawa, adzan isya aja lu masih nongkrong haha. Gondrong : Kemarin ada yang nawar berani 50 juta co haha, kalau salat mah dirumah sekarang ngasih makan bapa ama ade gua dulu haha.
Gua : serius lu bang? Ampe 50 juta? gila.
Gondrong : iya tapi ga gua jual, sayang gua ama ni batu haha.
Gua : Gila lu bang 50 juta duit itu kaga diambil, kalo batu buat pinter ada kaga bang?
Gondrong : haha ada co, namanya batu buku, dan lu belinye ama guru haha
Gua : belajar-belajar juga
Gondrong : ya lagi lu ada-ada aja, ga ada yang lu dapetin sesingkat itu co jangan coba-coba ngambil cara yang sikat itu ape lagi ampe ilmu hitam, ga kuat berabe co
Gua : oh gitu ya bang, tapi temen gua ada juga yang main batu gitu katanya biar gampang dapet cewe Gondrong : temen lu aja bego, masih sma percaya begituan. Jangan dah, lu kan masih polos, gua ingetin dari pada lu nyesel kedepannya kaya gua mendingan lu banyakin salat.
Gua : emang kenapa bang?
Gondrong : kalo berurusan sama ilmu hitam udah berurusan sama setan co, kaya sebagian orang yang betapa atau ngasih sesajen tuh demi ilmu hitam, cuman kalo gua ngoleksi sama ngejual doang ga nyampe gua isi begituan haha
Gua : oh yaudah iya bang gua ikutin kata-kata lu
Gondrong : iya kalo masih polos lu banyak-banyakin beribadah dah, batu itu seni, jadi jangan di pakai buat macam macam.
Gua : iya bang selow
Gondrong : yaudah gua balik ya, ni duitnya kembalinya lu ambil aja haha
Gua : kembali apaan, pas begini.

Jadi menurut gua bagi sebagian orang, batu itu menarik mengandung unsur magis yang membuat dia lebih percaya diri mengahadapi dunianya, namun berakibat fatal buat yang ga kuat, namun sebagian orang lagi menganggap batu akik itu merupakan seni.
Karena semua itu butuh proses ga ada yang instan
"kesuksesan ga bakal di raih dengan cara singkat harus ada prosesnya, jadi jangan percaya ama yang begitu-begituan" Alm. Bang gondrong.