Namamu kan teringat di benaku.
Wajah mu selalu terbayang oleh ku.
Kenangan kita selama ini, harus pudar di gerus oleh sang waktu...
Kini semua sudah berlalu, cintaku yang tulus padamu kini hancur karena kehebatanmu mempermainkanku.
Walau begitu, rasa rindu tapi benci masih membaluti ku.
Tatkala aku mengingatmu dengan senyum simpul mu...
Harus kah aku kembali? kepadamu yang telah mempermainkanku? Tidak, tidak akan pernah.
Betapa bodohnya diriku jika mengulangi kesalahan yang sama.
Lebih baik aku mencari pengantimu yang lebih mapan untuk membina keluargaku, suatu haru nanti.
Pesan aku hanya satu. "Cintailah pasanganmu seperti kau mencintai hidupmu"
Jumat, 13 Desember 2013
Home »
Diary Fiktif
» Sang mantan
0 komentar:
Posting Komentar