Sepi, semua terasa sangat sepi.
Hilang, terbayang sesuatu yang mulai menghilang.
Rindu, akan kenangan yang di rasakan dahulu, tapi itu dahulu sekarang koyak menjadi abu.
Maaf, tiada kata terucap selain maaf dan maaf...
Kini semua sudah terjadi, karena ego pribadi kita mulai menjauh dari kebersamaan ini.
Mau bagaimana lagi, sebab kau bilang hanya mengikuti kata hati.
Sahabat, sayang sekali kita tidak bisa bercengkrama layaknya dulu lagi, keadaan yang memaksa kita untuk berpisah. Karena keadaan yang memaksa kita untuk melupakan segalanya...
Bebas mengikuti kata hati, itu sebuah hakikat.
Ambil jalan itu dan terus kau telurusi, maka akan nampak lubang gelap atau terang yang akan kau dapati.
Aku tak bisa memaksa, karena karma begitu nyata.
Semoga engkau bahagia, karena asa bisa menjadi duka.
Cari saja aku jika engkau mulai merana, karena ini penuh dengan drama...
See you, have a nice day and allah bless you.
Minggu, 21 Juni 2015
Home »
Diary Fiktif
» Pesan jalu terhadap jurinya
0 komentar:
Posting Komentar